janda

Dalam studi kamus Alkitab, janda diartikan sebagai wanita yang tidak bersuami lagi karena bercerai atau karena ditinggal mati suaminya. Kata lbrani untuk janda adalah 'almanii, Yunaninya chera. Kata 'almond melukiskan seorang wanita yang kehilangan dukungan sosial dan ekonomi karena kehilangan suaminya. Kata chera bermakna ditinggalkan, bertinggal kosong. Kisah tentang janda dapat kita temukan dalamĀ  dan PB. Undang-undang lbrani sangat memperhatikan janda, dan membuat ketentuan khusus bagi mereka dan anak-anaknya (Kel 22:21, UI 14:29, Yer 7:6). Malah pada zaman sebelum Musa, timbuk keprihatinan mengenai kondisi janda tanpa anak dan dibuatlah beberapa peraturan demi kelangsungan hidup mereka (Kej 38). Pada masa keĀ­pemimpinan Musa peraturan itu secara resmi diberlakukan (UI 25:5).

Masyarakat waktu itu kurang menyantuni para janda. Tapi Allah mempunyai perhatian khusus terhadap mereka (Mzm 68:6, Ams 15:25). Kebaikan hati terhadap janda dinilai sebagai tanda kesalehan yg sebenarnya (Ayb 29:13; Yes 1:17). Penindasan dan perlakuan buruk terhadap janda akan mendatangkan hukuman yang mengerikan (Mzm 94:6, Mal 3:5).

Gereja Kristen mewarisi dari Yudaisme mengenai kewajiban menyantuni para janda. Yakobus, seorang Kristen - Yahudi, menyatakan tegas bahwa menyantuni janda dalam kesusahan mereka adalah tanda dari ibadah yang tak bercacat di hadapan Allah (1:27). Bahkan kendati seorang janda ditinggal suami dalam keadaan terhitung mampu, dia wajib tetap dilindungi dari penjahat. Salah satu perbuatan tak terpuji dari orang Farisi yang dikutuk Yesus ialah bahwa mereka 'menelan rumah janda-janda' (Mrk 12:40).

Salah satu tindakan terpuji dari gereja Yerusalem pada masa awalnya ialah pembagian persembahan setiap hari secara teratur kepada para janda yg membutuhkannya. Tujuh orang ditugasi untuk menghindari jangan sampai para janda berbahasa Yunani terabaikan sebagai akibat dari melayani janda-janda berbahasa Aram (Kis 6:1-4).

Paulus mengatakan kepada orang Korintus, bahwa ia menganggap baik apabila janda tidak menikah lagi. Tapi Paulus tidak membuat m1 menjadi peraturan. Namun, apabila hendak menikah lagi haruslah dalam persekutuan Kristen (1 Kor 7:8, 9, 39). Dalam suratnya kepada Timotius, Paulus menyatakan bahwa janda muda hendaknya menikah lagi. la juga menekankan supaya janda yang 'benar-benar janda', yakni janda tanpa sanak saudara yang dapat membantunya, wajib diberi tugas khusus dan menjadi tanggung jawab gereja. ***

Sdr Aleksander Nantu OFM

Tipe
Seksi/Bidang