*“Berbaliklah Kepada Tuhan Allah Sebab Ia Panjang Sabar Dan Berlimbah Kasih Setia.”

misa_rabu_abu_1

“Hanya debulah aku, dialas kakimu Tuhan………” Demikian lagu pembuka misa Rabu Abu yang dipimpin Pastor Aegidius Ngarut OFM  sebagai tanda dimulainya  masa prapaskah, 14 Februari 2014 di gereja Paskalis siang ini jam 12.

 

Puasa jaman Now hanya pencitraan diri karena ingin dipamerkan dan dihormati orang. Dan itu disebut munafik karena melakukan kewajiban agama bukan atas dasar pengakuan diri sebagai orang berdosa dan penyerahan diri yang total kepada Allah. Masa pantang dan puasa ini menjadi saat  untuk menyadari kembali kepada Kerahiman dan kebaikan Allah.

rabu_abu_picture4


Untuk itu perlu meneliti batin kita untuk menemukan kesalehan, kelemahan dan dosa dosa kita. Salah satunya kesombongan dan  keangkuhan itu kita robek hati kita, membuat perubahan dengan pertobatan sehingga Allah mengampuni dan menganugerahkan permulaan hidup yang baru dan semangat baru yang baik dan benar.Saudaraku terkasih berbaliklah kepada Tuhan Allah kita dengan segenap hati sebab Ia Pengasih dan Penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Demikian pesan Romo Egi menutup Homili.

misa_rabu_abu_picture1


Sebelum komuni, umat diolesi dengan abu yang sudah diberkati pada dahinya sebagai tanda sekaligus mengingatkan bahwa kita berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Juga karena kita berdosa maka kita hanyalah debu dihadapan Allah. Tidak ada yang pantas dari diri kita dihadapan Allah selain memohonan ampun dan belas kasihan. Semoga masa prapaskah sungguh dimanfaatkan untuk bertobat.*(Aji)

Seksi/Bidang